Proses Deposisi Asam

By | June 7, 2013

Tanpa kita sadari dalam kehidupan sehari-hari aktifitas kita turut andil menyumbang terjadinya hujan asam di atmosfer udara kita. Selain penggunaan alat transportasi yang berlebihan, membakar sampah pun dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap proses deposisi asam disekitar kita.
Dampak dari terjadinya deposisi asam tersebut dapat kita lihat pada rusaknya kondisi berbagai benda disekitar kita, antara lain keroposnya besi atau rusaknya strukur bangunan.
Zat utama penyusun terjadinya deposisi asam adalah SO2 dan NOx, dialam keduanya dihasilkan oleh dua hal, yaitu aktifitas alam dan manusia. Sekitar 50% SO2 yang ada didalam atmosfer adalah alamiah, antara lain dari letusan gunung berapi dan kebakaran hutan yang alamiah. Sedangkan yang 50% lagi adalah antropogenik, yaitu berasal dari aktivitas manusia, terutama dari pembakaran bahan-bahan fosil (BBF) dan peleburan logam. Demikian juga halnya dengan NOx, dimana pasokannya 50 % secara alamiah dan 50 % dari aktifitas manusia.
Setelah berada di udara SO2 dan NOx akan terjadi reaksi yang akhirnya menghasilkan asam yang kuat, dimana pada ambang batas tertentu akan merugikan bagi makhluk hidup di bumi.
Deposisi kering     :    Biasanya terjadi pada daerah yang dekat dengan sumber pencemaran, dimana partikel-partikel pencemar tersebut melekat pada benda-benda disekitarnya (daerah perkotaan yang lalulintasnya padat atau daerah yang dekat dengan daerah industri)

Deposisi basah     :    Partikel-partikel pencemar yang ada di udara ikut luruh bersamaan dengan turunnya air hujan, dan bersifat merusak pada ambang tertentu jika mengenai benda-benda di alam.